Mereka
berdiri dalam shaft² yang rapi.
Tangkainya sederhana, daunnya pun biasa saja.
Tumbuh di lumpur kotor nan basah, bersahabat dengan rerumputan. Namun mereka hidup rukun, saling menguatkan dan berpegangan tangan, hingga mereka beranjak dewasa, berbunga menebarkan serbuk sari kebahagiaan diusia mudanya, mempersiapkan dirinya hingga matang, seiring berisi semakin merunduk, lalu menguning mengukirkan senyum diwajah petani yang setia menengoknya disetiap pagi.
Usianya tidak lama, tapi sungguh ia telah dewasa !
Cerita hidupnya singkat, tapi berkesan dan syarat manfaat.
Tak peduli bagi siapa saja, ikan² yang bermain sambil berteduh atau serangga pencuri dan ulat² nakal. Dari sosoknya banyak lukisan keteladanan untuk kita, Manusia.
Akarnya tidaklah kokoh.
Tapi cukup menunjang batangnya yang sederhana.
Karena hidupnya memang tidak lama, tugas utamanya hanya memberi manfaat kepada Manusia dan mahluk-Nya yang lain. Selebihnya mereka berstasbih memuji-Nya,
Masha Allah !
Akarnya tidak kokoh, tapi kuat mencengkram !
Mereka tidak ingin terpisah dari kelompoknya, mereka ingin tubuhnya yang rapuh tetap teguh !
Merekap berdiri dalam shaf² yang rapi.
Mereka tak segan bergabung dengan kelompok² lain menjaga silaturahim mengikatkan kekuatan.
Tangkainya sederhana, daunnya pun biasa saja.
Tumbuh di lumpur kotor nan basah, bersahabat dengan rerumputan. Namun mereka hidup rukun, saling menguatkan dan berpegangan tangan, hingga mereka beranjak dewasa, berbunga menebarkan serbuk sari kebahagiaan diusia mudanya, mempersiapkan dirinya hingga matang, seiring berisi semakin merunduk, lalu menguning mengukirkan senyum diwajah petani yang setia menengoknya disetiap pagi.
Usianya tidak lama, tapi sungguh ia telah dewasa !
Cerita hidupnya singkat, tapi berkesan dan syarat manfaat.
Tak peduli bagi siapa saja, ikan² yang bermain sambil berteduh atau serangga pencuri dan ulat² nakal. Dari sosoknya banyak lukisan keteladanan untuk kita, Manusia.
Akarnya tidaklah kokoh.
Tapi cukup menunjang batangnya yang sederhana.
Karena hidupnya memang tidak lama, tugas utamanya hanya memberi manfaat kepada Manusia dan mahluk-Nya yang lain. Selebihnya mereka berstasbih memuji-Nya,
Masha Allah !
Akarnya tidak kokoh, tapi kuat mencengkram !
Mereka tidak ingin terpisah dari kelompoknya, mereka ingin tubuhnya yang rapuh tetap teguh !
Merekap berdiri dalam shaf² yang rapi.
Mereka tak segan bergabung dengan kelompok² lain menjaga silaturahim mengikatkan kekuatan.
Allahuakbar…
Lihatlah,
betapa besarnya kuasa Allah !
Lihatlah,
padi yang bisa berdiri kokoh di atas lumpur basah !
Mereka kuat karena saling berpegangan bersama saudaranya, hidup rukun, saling
melengkapi dan menguatkan.
Hingga saatnya nanti, ketika angin berhembus.
Mereka berpelukan, mereka berserikat dalam satu kesatuan.
Sungguh mereka kuat bukan karena sepohon nan kokoh, batangnya pun rapuh. Mereka hanya berdiri bersamaan, tidak menghiraukan lagi perbedaan kualitas atau "jenis".
Lihat saja satu padi yang berdiri sendiri, atau terpisah dari jemaahnya.
Ia lemah, ketika buahnya mulai matang, tubuhnya patah dan tumbang, ia terjatuh, ia butuh sandaran.
Begitulah padi padi yang 'telah dewasa', semakin berisi semakin menunduk. Adalah cerminan tak terbantahkan bagi manusia yang berakal. Semakin berilmu seharusnya semakin menunduk. Semakin banyak yang ia ketahui, semakin ia sadar bahwa banyak hal yang belum ia ketahui, bayak hal yang harus ia pelajari dan ketahui di Dunia ini. Hingga ia lebih khusyuk menunduk dengan sempurna ketimbang sibuk dan disibukan gelora nafsunya.
Lihatlah lagi, sang padi tak pernah riya atas kebaikannya.
Bahkan ia tetap diam. Tidak sekalipun gaduh atau mengaduh saat dipangkas pak petani, daun² hanya gemerisik sebagai syarat tasbihnya.
Ia tidak pula sombong.
Padalah mereka adalah superstar hebat yang dikenal diseluruh dunia
Lihatlah ketawadhuan mereka,
Mereka tetap teguh berzuhud dan mempersiapkan dirinya.
Karena merekapun tahu, tak lama di dunia ini, hingga kesemua dari mereka diam dan menunduk dimasa kematangannya.
Adapun kerabat padi yang congkak berdiri, dan enggan menunduk.
Ulat nakal penggoda di sekitaranpun tahu, dan dapat memastikan bahwa tidak berisi, seperti manusia yang merasa pandai dan benar sendiri, ia laksana padi yang gagal. Hanya padi yang tak berisi, ia berdiri dengan congkak dengan kekosongan.
Laksana padi yang mati.
Laksana hati manusia yang mati sebelum kematian raganya tiba !
Semoga itu bukan padi yang mati, semoga itu hanyalah padi muda yang belum berisi.
Menunduklah... Saudaraku...
Belajarlah lagi, lihatlah sekitaran.
Menunduklah sebelum kematian memangkas harapan.
Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW telah bersabda: "Jauhilah prasangka, karena prasangka adalah perkataan yang paling dusta, dan janganlah kalian mencari kesalahan orang. Janganlah berambisi dengan apa yang dicapai orang, jangan saling bertolak belakang (bermusuhan), jangan saling hasut, serta jangan saling benci. Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara."
SubhanAllah…
Padi hanyalah sebagian kecil dari Hikmah²-Nya yang bertebaran…
Hanya dari satu jenis rumput liar yang buahnya kita makan setiap hari. Hikmah dari Penciptaan padi yang habitatnya telah Allah hamparkan diseluruh permukaan bumi ini. Sungguh di semesta-Nya yang luas ini terdapat Hikmah-Hikmah-Nya.
Saudaraku…
"Jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara"
Saudaraku...
“Mari
berjalan berdampingan. Menuju kebaikan dan kebenaran.”
Sungguh kesantunan tidak akan membuatmu hina atau terhina, sekali² tidak. Kelembutan adalah manifestasi power luar biasa yang bisa mengalahkan.
Segenggam
rumput halus tidak mudah patah saat terinjak injak sekalipun, bahkan ketika
hembusan angin mengencang sekalipun, ia hanya bergetar, akarnya mencengkram
saling berpegangan. Kelembutanlah yang membuatnya lebih bernilai, lebih dari
sekedar pepohonan angkuh yang berdiri tegap namun pasti runtuh ketika badai
datang menghempasnya.
